https://www.ilmukelautan-unib.ac.id
POTENSI KELAUTAN dan PERIKANAN KABUPATEN BENGKULU
SELATAN
 |
Gambar 1. Peta Kabupaten Bengkulu Selatan |
Kabupaten Bengkulu Selatan memiliki luas wilayah
118.610 Ha dengan wilayah lautan seluas 38.400 Ha. Secara Geografis Kabupaten
Bengkulu Selatan Terletak pada 4°-5° LS dan 102°-103°BT. Kabupaten Bengkulu Selatan
berbatasan dengan :
•
Sebelah utara dengan Kabupaten Seluma
•
Sebelah Selatan dengan Kabupaten Kaur
•
Sebelah Timur dengan Propinsi Sumsel
• Sebelah Barat dengan Samudera Hindia
Secara
administrasi wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan dibagi menjadi 11 kecamatan,
yaitu Kecamatan Kedurang, Kecamatan
Seginim, Kecamatan Pino, Kecamatan Manna, Kecamatan Kota Manna, Kecamatan Pino
Raya, Kecamatan Kedurang Ilir, Kecamatan
Air Nipis, Kecamatan Ulu Manna, Kecamatan
Bunga Mas dan Kecamatan Pasar Manna.
Kabupaten
Bengkulu Selatan mempunyai dataran rendah dengan panjang garis pantai kurang
lebih 60 km yang berpotensi untuk dikembangkan usaha perikanan. Dengan luas
wilayah pengelolaan laut hingga 4 mil, Kabupaten Bengkulu Selatan memiliki
potensi lestari sumberdaya ikan sebesar 14,763 ton/tahun.
Ada
beberapa aspek yang dapat di ekspor dari Potensi Kelautaan Bengkulu Selatan
yang mana potensi ini memiliki khas tersendiri sesuai aspek yang ada di daerah
Bengkulu Selatan.
Ø Potensi Kepariwisataan/Wisata
Pantai
Sektor kepariwisataan yang ada di Bengkulu Selatan terus
dibangun oleh pemerintahan untuk mencapai kemajuan wisata yang lebih bagus dan
nyaman untuk dikunjungi. Salah satu obyek wisata yang menjadi andalan di
Bengkulu Selatan adalah pantai duayu sekundang atau sering disebut pantai pasar
bawah yang terletak dalam wilayah kota Manna kurang lebih dengan jarak tempuh 3
km dari pusat kota, di sekitar pantai ini juga terdapat kolam renang, lapangan
tenis dan TPI (tempat pelelangan ikan), pantai dengan gelombang sedang ini
mempunyai daya tarik bagi wisatawan lokal dan domestik. Orang-orang beranggapan
kalau belum ke pantai pasar bawah maka belum sampai di kota Manna kota
kenangan.
 |
Gambar 2. Potensi Wisata pantai pasar bawahTambahkan teks |
Konsep
pengembangan wisata pantai yang terintegrasi dengan permukiman nelayan di
pesisir Barat Kabupaten Bengkulu Selatan dengan pendekatan konservasi alam
dapat dirumuskan
secara makro sebagai berikut :
a. Berdasarkan kesesuaian lahan maka pada wilayah studi dapat
dibagi atas 3 (tiga) zona yaitu : Zona
Konservasi, Zona Kegiatan Wisata dan Zona Perluasan Permukiman. Sedangkan
berdasarkan pemanfaatan dapat dibagi dalam 4 zona yaitu : zona wisata pantai, wisata
budaya dan permukiman Nelayan, zona permukiman dan persawahan serta daerah yang
dapat dikonservasi.
b. Karakteristik kepariwisataan diupayakan terintegrasi dengan
kondisi fisik kawasan maka fasilitas yang dikembangkan disesuaikan dengan kemampuan
lahan, pemanfaatan serta kedekatan fungsi guna menciptakan kenyaman bagi
pengunjung. Pantai Pasar Bawah memiliki potensi sebagai kawasan wisata pantai,
wisata permukiman dan wisata budaya, namun fasilitas yang ada masih kurang
memadai sehingga diperlukan pengembangan dan memperbaiki fasilitas yang sudah
ada. Pantai Bengkenang dan Muara
Kedurang, atraksi yang dikembangkan adalah wisata pantai dan hutan. Untuk
daerah yang dapat dikonservasi maka penyediaan fasilitas pendukung dibatasi oleh jumlah, luasan, material yang digunakan,
serta atraksi wisata yang bersifat tidak menimbulkan gangguan atau merusak kondisi
alam.
 |
Gambar 3. Zona kawasan dan kesesuaian (Hasis analisis peneliti, 2009) |
Ø Potensi Perikanan
Potensi
perikanan di Kabupaten Bengkulu Selatan terbagi menjadi perikanan laut dan perikanan
darat. Khusus untuk perikanan laut hanya terdapat 3 (tiga) kecamatan yang mampu
berproduksi yaitu Kecamatan Pasar Manna, Kedurang Ilir dan Pino Raya. Sedangkan
untuk produksi perikanan darat tersebar di semua kecamatan di Kabupaten
Bengkulu Selatan, disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Produksi Perikanan per kecamatan (BPS
Kabupaten Bengkulu Selatan, 2010)
Ø Aspek ekologi
·
Wilayah Adsminsitrasi Kabupaten
Bengkulu Selatan
Memiliki luas wilayah 118.610 Ha
dengan wilayah lautan seluas 38.400 Ha. Secara Geografis Kabupaten Bengkulu
Selatan Terletak pada 4°-5° LS dan 102°-103° BT. Kabupaten Bengkulu Selatan
berbatasan dengan :• Sebelah utara dengan Kabupaten Seluma• Sebelah Selatan
dengan Kabupaten Kaur• Sebelah Timur dengan Propinsi Sumsel• Sebelah Barat
dengan Samudera HindiaSecara administrasi wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan
dibagi menjadi 11 kecamatan, yaitu Kecamatan Kecamatan Seginim,Kecamatan Pino,
Kecamatan Manna, Kecamatan Kota Manna, Kecamatan Pino Raya, Kecamatan Kedurang
Ilir, Kecamatan Air Nipis,Kecamatan Ulu Manna, Kecamatan Bunga Masdan Kecamatan
Pasar Manna.
·
Kondisi Wilayah Pesisir
Keadaan topografi wilayah Kabupaten
Bengkulu Selatan terdiri dari dataran dan perbukitan dengan wilayah terluas
pada ketinggian 0 –100 m dpl seluas 50,93 persen. Kabupaten Bengkulu Selatan
mempunyai dataran rendah dengan panjang garis pantai ±60
km yang berpotensi untuk dikembangkan usaha perikanan. Dengan luas wilayah
pengelolaan laut hingga 4 mil, Kabupaten Bengkulu Selatan memilikipotensi
lestari sumberdaya ikan sebesar 14,763 ton/tahun. Jasa pelabuhan perikanan di
Kabupaten Bengkulu Selatan terdapat di Desa Pasar Bawah Kecamatan Pasar Manna
yaitu PPI Pasar Bawah. PPI Pasar Bawah kecamatan Pasar Manna sudah memadai
untuk pengembangan pelabuhan kedepannya, di atas lahan yang ada saat ini sudah
berdiri beberapa bangunan diantaranya bangunan Tempat Pelelangan Ikan, Gudang
ikan, gudang alat dan mesin, gedung pertemuan nelayan, bengkel, waserda dan
mushola. Disamping itu juga terdapat bangunan fasilitas pokok dermaga dengan
pelatarannya dan jalan. Kedepannya diperlukan penambahan fasilitas fungsional
pelabuhan seperti pabrik es dan cold storage.
Wilayah pesisir daerah bengkulu
selatan memiliki tipe pantai yang berbatu dan berpasir. Ekosistem manggrove
sangat sedikit kelimpahaannya didaerah tersebut. Dengan arus gelombang yang
deras dan daerah yang memiliki tipe pantai berpasir dan berbatu serta pengaruh
lingkungan yang menyebabkan ekosistem terumbu karang maupun lamun sangat
terbatas. Bahkan untuk lamun hanya sedikit bahkan tidah ada, jika ada itu
adalah daerah yang mendekati kabupaten kaur. Dengan latar belakang yang seperti
itu bengkulu selatan tetap memiliki
wisata pantai yang indah yaitu pantai bengkenang, pantai pasar bawah, pantai
kedurang dan pantai alam.
Ø Aspek Kelembagaan
Dalam UU No 1 Tahun 2014 pada pasal 1 ayat 1 tentang
Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil adalah suatu pengoordinasian
perencanaan, pemanfaatan, pengawasan, dan pengendalian sumber daya pesisir dan
pulau-pulau kecil yang dilakukan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah, antar
sektor, antara ekosistem darat dan laut, serta antara ilmu pengetahuan dan
manajemen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, di Kabupaten Bengkulu
Selatan sendiri untuk pelaksanaan dari UU tersebut terutama di pasal 1 tentang
adanya pengoordinasian masih belum sepenuhnya berjalan dikarenakan adanya
tumpang tindih antar lembaga dinas yang berkaitan di Bengkulu Selatan, dan
untuk pengendalian sumber daya alam Dinas Kelautan dan Perikanan bekrerjasama
dengan dinas terkait seperti dinas Pekerjaan Umum dan ESDM untuk pemanfaata
wilayah pesisir sebagaimana mestinya.
 |
Gambar 4. Peninjauan pemerintah ke lokasi penangkapan ikan. |
Untuk pemanfaatan dan perencanaan Wilayah Pesisir dan
Pulau-Pulau Kecil Terutama di Wilayah pesisir Kabupaten Bengkulu Selatan yang
rentan terhadap perubahan perlu dilindungi melalui pengelolaan agar dapat
dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan penghidupan masyarakat.Dalam
proses pengaturan pengelolaan ketiga hal tersebut peranan pemerintah kabupaten
Bengkulu Selatan sangatlah berguna karena dalam hal itu mampu mengurangi
beberapa masalah berupa kecurangan dalam pengambilan hasil wilayah pesisir oleh
karena itu masyarakat pesisir kabupaten Bengkulu Selatan membentuk sistem
pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan berbasis masyarakat yang disebut
Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS). Maksud dari pembentukan itu merupakan
suatu pelaksana pengawasan ditingkat lapangan yang terdiri dari unsur tokoh
masyarakat, tokoh agama, took adat, LSM, nelayan, petani ikan, serta masyakat
laiinnya.
Kebijakan
Pemerintah Daerah untuk mendukung pengembangan kepariwisataan dengan penentuan
skala prioritas investasi, penyederhanaan serta kemudahan berinvestasi bagi sektor
swasta, menetapkan target PAD yang realistis, meningkatkan koordinasi dan kerjasama
antar instansi, pengembangan lembaga pendidikan khusus serta menyusun sentra
pengembangan dan tata ruang kawasan pariwisata.
Menata sistem
keterhubungan antar kawasan wisata yang
memiliki kenyamanan visual dengan melakukan penataan terhadap aksesbilitas
jaringan jalan dan transportasi yang terkait dengan pengembangan produk wisata,
serta pembentukan pola jalur perjalanan yang membentuk linkage secara fisik dan
visual dengan menempatkan fasilitas-fasilitas yang menarik pada titik-titik
simpul, sekuen dan pengarah serta penanda kawasan.
Ø Aspek Sosial
Penyediaan
fasilitas untuk kegiatan ritual budaya berupa upacara selamatan pantai, aktivitas
pembuatan perahu serta pengolahan hasil laut dengan penempatan kios-kios.
Selain itu
kebiasaan nelayan Tingkat Nelayan di daerah
Kabupaten Bengkulu Selatan merupakan nelayan tradisional dan dapat digolongkan
sebagai nelayan pinggir laut, mereka menangkap ikan sepanjang pesisir mencapai
jarak terjauh dari garis pantai sekitar 8 Km . Komoditi perikanan yang
ditangkap cukup beragam, umumnya adalah ikan belidang, selengek, kakap,
tenggiri dan tongkol. Tiga bulan setelah musim kemarau berakhir (Juli –
September) para nelayan beralih menjadi pengumpul udang karang (Lobster)
ditangkap di karang- karang. Beberapa nelayan yang tidak mempunyai perahu
sendiri mereka menyewa perahu secara bersama-sama bahkan beberapa nelayan
berenang dengan bantuan kayu yang mengapung untuk mencapai daerah penangkapan
udang.
DAFTAR PUSTAKA
Permana, E., Santosa, R. H., dan Soemardiono, B. 2010. Integrasi
Pengembangan Wisata Pantai Dan Permukiman Nelayan Di Pesisir Barat Kabupaten Bengkulu Selatan Dalam Rangka Konservasi
Alam. Jurusan Arsitektur ITS. FTSP-ITS
Yuliesti, N. 2017. Rencana Aksi Daerahpengembangan Ekonomi
Kemaritiman Provinsi Bengkulu. Badan Perencanaan, Penelitian dan
Pengembangan Provinsi Bengkulu.